“Ada uang pas?atau ada….?kami tidak ada uang kecil/kembalian”
yap.. semakin lama sering kita mendengar kata-kata itu
dari seorang kasir atau penjual.
Saya selalu merasa kesal dengan pertanyaan itu.
Pikiran yang langsung muncul di kepala saya adalah
“Ini niat ga sih mau jualannya!?”
Mungkin saya bisa menerima jika yang menanyakan
mengenai uang pas atau sejumlah uang tertentu adalah
toko-toko yang ada di daerah terpencil jauh dari keramaian.
Namun, jika yang menanyakan adalah toko-toko besar atau
yang berada di perkotaan, rasanya sangat mengganggu.
Apalagi jika penjaganya ada lebih dari satu orang.
Inginnya berkata, ”Usaha dong mbak mas!”
Saya ingat, saat saya masih kecil jika ada kejadian seperti itu
sang penjual yang akan berusaha mencari kembalian.
Sekarang? pembeli ikut direpotkan dan sang penjual yang
terkadang hanya duduk atau berdiri di belakang mejanya. pffft…
Bukan hanya sekali saya mengalami kejadian yang tidak enak
karena kondisi tersebut.
entah kadang saya lupa mengenai uang kembaliannya atau kejadian lainnya.
Saya sadar petugas kasir hanyalah pekerja dengan pendapatan
yang terbatas, jika ada kekurangan maka Ia yang harus menanggung.
Jika ia harus menanggung dari pendapatanya berapa yang Ia terima?
Maka dari itu , bagi saya, lebih baik saya yang bayar dan tidak berhutang
dibandingkan penjual itu yang harus menanggung dana tersebut.
Saya rasa hal ini punya beberapa jalan keluar, antara lain:
Dari cara-cara yang disebutkan harus diingat bahwa sebagai penjual sebaiknya
berusaha melayani pelanggan dengan sebaik mungkin.
Kenyamanan belanja adalah salah satu poin penting mengapa
pelanggan tersebut menjadi pelanggan di suatu tempat.
Semoga kondisi ini bisa tertangani dengan baik.
Semoga tidak ada lagi rasa kesal saat melakukan pembayaran di kasir.
Have a nice day!
SETUJUUU!!!